Sabtu, 18 Februari 2023
Senin, 23 Januari 2023
Ikan Mas Gurih Presto
Bosan dengan ikan mas dimasak begitu saja.
Yuk simak artikel berikut ini.
Masalah yang sering muncul di rumah adalah anak-anak tidak suka makan ikan mas, karena durinya banyak dan sangat halus-halus. Jadi saya mulai mencari solusi yang baru agar anak-anak tetap bisa menikmati ikan mas tanpa khawatir ada duri nyangkut di tenggorokan anak.
Bahan-bahannya :
1.5 Kg Ikan mas,
Bumbu halus:
5 siung bawang putih,
3 buah bawang merah,
3 buah kemiri,
2 CM kunyit,
2 sdt garam halus,
Bumbu tambahan :
1 bungkus kecil Tepu Sajiku,
5 SDM tepung maizena
Cara memasak:
1. Belah panggang ikan mas dan sisiknya di buang.
2. Masukkan ke dalam presto beserta bumbu halus dan aduk bersama air.
3. Presto kurang lebih 30 menit dengan api sedang.
4. Angkat dan tiriskan sambil menuggu dingin.
5. Setelah dingin, bumbui ikan mas dengan tepung Sajiku dan meizena hingga rata.
6. Masukkan ke dalam kulkas kurang lebih 15 menit.
7. Goreng dengan minyak panas hingga ikan tergenang.
8. Siap di santap.
Bumbu yang cocok untuk Ikan Mas Gurih Presto ini adalah sambal kecap.
Cara membuat sambal kecap :
1. 5 buah bawang merah di potong dadu.
2. 15 buah Cabel rawit hijau puting lingkaran.
3. Kecap Manis sesuai selera.
4. Garam secuil.
5. 1 SDM air jeruk nipis.
Minggu, 22 Januari 2023
Aksi Nyata
Budaya Positif
Modul 1.4
Nama Peserta :
Kartina Pandiangan
Asal Sekolah : SDN. 344 Bintungan Bejangkar
(Kelas IV)
CGP : Angkatan 07
Kabupaten : Mandailing Natal
Latar
Belakang Aksi Nyata:
Murid tidak suka peraturan karena peraturan akan membuat mereka
di hukum dan di permalukan pada saat melanggarnya. Peraturan identik dengan hukuman
dan membuat murid merasa tidak nyaman sehingga proses belajar menjadi kurang
kondusif. Siswa yang mendapat hukuman akan merasa murung (tidak nyaman) dalam
waktu jangka pendek bahkan ada sampai jangka waktu yang Panjang.
Salah satu filosofi Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara mengatakan “Berpihak
pada murid” yang berarti guru mengambil tindakan harus memperhatikan apa
kemauanan anak sebenarnya dengan cara memahami cara berpikir anak. Guru yang
berhamba pada anak guru yang mampu memerdekakan anak, tetapi tidak lepas dari budaya
positif dengan nilai-nilai kebajikan universal yang diyakinin akan membuat anak
menenukan jati diri sendiri kearah yang positif.
Tujuan Aksi
Nyata:
1.
Menumbuhkan Budaya Positif di sekolah
dengan meyakini nilai-nilai Kebajiakn Universal.
2.
Menciptakan murid yang merdeka dan
disiplin diri yang kuat berasal dari motivasi intrinsik.
Tolak Ukur
Aksi Nayata:
1.
Terbentuknya “Keyakinan Kelas”
melalui kegiatan kesepakatan kelas yang telah dilakukan oleh wali kelas dan
siswa.
2.
Siswa mampu menerapkan dan
menjalankan “Keyakinan Kelas” yang telah dibuat Bersama.
Linimasa
Tindakan yang akan dilakukan:
1.
Menghadap Kepala Sekolah untuk
menjelaskan pentingnya penanaman Budaya Positif dan Keyakinan Kelas di sekolah,
serta meminta izin untuk mendiseminasikan Bersama rekan sejawat.
2.
Mengumpulkan rekan guru untuk
melakukan diseminasi pemahaman materi Budaya Positif (Keseyakinan Kelas dan
Segitiga Restitusi)
3.
Berkoordinasi dan berkolaborasi
dengan wali kelas untuk membuat keyakinan kelas di kelas masing-masing.
4.
Memantau, merefleksikan, dan
mengevaluasi keyakinan kelas yang telah dibuat.
Dukungan yang
dibutuhkan:
1.
Dukungan dari Kepala Sekolah, rekan
guru, serta murid agar Tindakan yang telah disusun dapat dilakukan secara
lancer dan menyeluruh.
2.
Sarana dan prasanan untuk menumbuhkan
Budaya Positif di sekolah.
3.
Orang tua dalam melakukan Budaya
Positif di rumah.
Pelaksanaan rancangan
Aksi Nyata:
Guru terlebih
dahulu melakukan kegiatan hal-hal budaya positif di kelas, salah satunya adalah
dengan menerapkan “Kesepakatan Kelas/ Keyakinan Kelas” . Dimana Keyakinan Kelas
yang telah dibuat bersama untuk mencapai tujuan yang sama dan dijalankan keseluruhan
anggota kelas dengan motivasi intrinsik.
Selanjutnya
CGP melakukan sosialisasi bersama dengan rekan sejawat SDN. 344 Bintungan Bejangkar
pada hari Senin, 16 Januari 2023. Pada saat pelaksanaan Sosialisasi Budaya
Positif, Kepala Sekolah Bapak Maramis Sach L, S,Pd. turut serta hadir dalam
kegiatan, dimana beliau memberikan dukungan penuh kepada CGP.
Hasil Penerapan
Aksi Nyta:
Kegiatan ini memiliki manfaat
yang positif bagi rekan guru sejawat. Dimana dilaksanakan tidak hanya sekedar
saja, tetapi meningkatkan pengetahuan guru tentang budaya positif. Guru-guru
juga sangat bersemangat akan menerapkan Keyakinan Kelas masing-masing bersama murid.
Dimana Keyakinan Kelas yang akan dibuat sesuai topik penambahan wawasan mereka dari
hasil sosialisasi aksi nyata, yaitu : 1) Disiplin Positif dan Nilai-nilai
Kebajikan Universal, 2) Teori Motivasi, Hukuman, dan Penghargaan Restitusi, 3)
Keyakinan Kelas, 4) Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Bekualitas, 5) Restitusi:
5 Posisi Kontrol, dan 6) Restitusi: Segitiga Restitusi.
Rencana
Perbaikan Aksi Nyta:
Keyakinan
Kelas belum terlaksana sepenuhnya di kelas masing-masing SDN. 344 Bintungan
Bejangkar. CGP memiliki peran dalam membantu dan berkolaborasi bersama wali kelas
dalam pelaksanaan Keyakinan Kelas di kelas masing-masing sesuai dengan tujuan/kelas
impian bersama.
Dokumentasi Pelaksanaan
Aksi Nyata:
Terlampir link pelaksanaan aksi nyata
CGP. https://youtu.be/VlEQBAAp5FY





