Senin, 23 Januari 2023

Ikan Mas Gurih Presto

 Bosan dengan ikan mas dimasak begitu saja.

Yuk simak artikel berikut ini.

Masalah yang sering muncul di rumah adalah anak-anak tidak suka makan ikan mas, karena durinya banyak dan sangat halus-halus. Jadi saya mulai mencari solusi yang baru agar anak-anak tetap bisa menikmati ikan mas tanpa khawatir ada duri nyangkut di tenggorokan anak.


Bahan-bahannya :

1.5 Kg Ikan mas, 

Bumbu halus:

5 siung bawang putih,

3 buah bawang merah,

3 buah kemiri,

2 CM kunyit,

2 sdt garam halus,


Bumbu tambahan :

1 bungkus kecil Tepu Sajiku,

5 SDM tepung maizena


Cara memasak:

1. Belah panggang ikan mas dan sisiknya di buang.

2. Masukkan ke dalam presto beserta bumbu halus dan aduk bersama air.

3. Presto kurang lebih 30 menit dengan api sedang.

4. Angkat dan tiriskan sambil menuggu dingin.

5. Setelah dingin, bumbui ikan mas dengan tepung Sajiku dan meizena hingga rata.

6. Masukkan ke dalam kulkas kurang lebih 15 menit.

7. Goreng dengan minyak panas hingga ikan tergenang.

8. Siap di santap.


Bumbu yang cocok untuk Ikan Mas Gurih Presto ini adalah sambal kecap.

Cara membuat sambal kecap :

1. 5 buah bawang merah di potong dadu.

2. 15 buah Cabel rawit hijau puting lingkaran.

3. Kecap Manis sesuai selera.

4. Garam secuil.

5. 1 SDM air jeruk nipis.



















 

Minggu, 22 Januari 2023

 

Aksi Nyata Budaya Positif

Modul 1.4

Nama Peserta            : Kartina Pandiangan

Asal Sekolah               : SDN. 344 Bintungan Bejangkar (Kelas IV)

CGP                             : Angkatan 07

Kabupaten                  : Mandailing Natal

 

Latar Belakang Aksi Nyata:

Murid tidak suka peraturan karena peraturan akan membuat mereka di hukum dan di permalukan pada saat melanggarnya. Peraturan identik dengan hukuman dan membuat murid merasa tidak nyaman sehingga proses belajar menjadi kurang kondusif. Siswa yang mendapat hukuman akan merasa murung (tidak nyaman) dalam waktu jangka pendek bahkan ada sampai jangka waktu yang Panjang.

Salah satu filosofi Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara mengatakan “Berpihak pada murid” yang berarti guru mengambil tindakan harus memperhatikan apa kemauanan anak sebenarnya dengan cara memahami cara berpikir anak. Guru yang berhamba pada anak guru yang mampu memerdekakan anak, tetapi tidak lepas dari budaya positif dengan nilai-nilai kebajikan universal yang diyakinin akan membuat anak menenukan jati diri sendiri kearah yang positif.

 

Tujuan Aksi Nyata:

1.     Menumbuhkan Budaya Positif di sekolah dengan meyakini nilai-nilai Kebajiakn Universal.

2.     Menciptakan murid yang merdeka dan disiplin diri yang kuat berasal dari motivasi intrinsik.

 

Tolak Ukur Aksi Nayata:

1.     Terbentuknya “Keyakinan Kelas” melalui kegiatan kesepakatan kelas yang telah dilakukan oleh wali kelas dan siswa.

2.     Siswa mampu menerapkan dan menjalankan “Keyakinan Kelas” yang telah dibuat Bersama.

 

Linimasa Tindakan yang akan dilakukan:

1.     Menghadap Kepala Sekolah untuk menjelaskan pentingnya penanaman Budaya Positif dan Keyakinan Kelas di sekolah, serta meminta izin untuk mendiseminasikan Bersama rekan sejawat.

2.     Mengumpulkan rekan guru untuk melakukan diseminasi pemahaman materi Budaya Positif (Keseyakinan Kelas dan Segitiga Restitusi)

3.     Berkoordinasi dan berkolaborasi dengan wali kelas untuk membuat keyakinan kelas di kelas masing-masing.

4.     Memantau, merefleksikan, dan mengevaluasi keyakinan kelas yang telah dibuat.

 

 

Dukungan yang dibutuhkan:

1.     Dukungan dari Kepala Sekolah, rekan guru, serta murid agar Tindakan yang telah disusun dapat dilakukan secara lancer dan menyeluruh.

2.     Sarana dan prasanan untuk menumbuhkan Budaya Positif di sekolah.

3.     Orang tua dalam melakukan Budaya Positif di rumah.

 

Pelaksanaan rancangan Aksi Nyata:

Guru terlebih dahulu melakukan kegiatan hal-hal budaya positif di kelas, salah satunya adalah dengan menerapkan “Kesepakatan Kelas/ Keyakinan Kelas” . Dimana Keyakinan Kelas yang telah dibuat bersama untuk mencapai tujuan yang sama dan dijalankan keseluruhan anggota kelas dengan motivasi intrinsik.

Selanjutnya CGP melakukan sosialisasi bersama dengan rekan sejawat SDN. 344 Bintungan Bejangkar pada hari Senin, 16 Januari 2023. Pada saat pelaksanaan Sosialisasi Budaya Positif, Kepala Sekolah Bapak Maramis Sach L, S,Pd. turut serta hadir dalam kegiatan, dimana beliau memberikan dukungan penuh kepada CGP.

Hasil Penerapan Aksi Nyta:

Kegiatan ini memiliki manfaat yang positif bagi rekan guru sejawat. Dimana dilaksanakan tidak hanya sekedar saja, tetapi meningkatkan pengetahuan guru tentang budaya positif. Guru-guru juga sangat bersemangat akan menerapkan Keyakinan Kelas masing-masing bersama murid. Dimana Keyakinan Kelas yang akan dibuat sesuai topik penambahan wawasan mereka dari hasil sosialisasi aksi nyata, yaitu : 1) Disiplin Positif dan Nilai-nilai Kebajikan Universal, 2) Teori Motivasi, Hukuman, dan Penghargaan Restitusi, 3) Keyakinan Kelas, 4) Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Bekualitas, 5) Restitusi: 5 Posisi Kontrol, dan 6) Restitusi: Segitiga Restitusi.

Rencana Perbaikan Aksi Nyta:

Keyakinan Kelas belum terlaksana sepenuhnya di kelas masing-masing SDN. 344 Bintungan Bejangkar. CGP memiliki peran dalam membantu dan berkolaborasi bersama wali kelas dalam pelaksanaan Keyakinan Kelas di kelas masing-masing sesuai dengan tujuan/kelas impian bersama.

 

Dokumentasi Pelaksanaan Aksi Nyata:

Terlampir link pelaksanaan aksi nyata CGP. https://youtu.be/VlEQBAAp5FY

 

Selasa, 17 November 2015

Tenses Bahasa Inggris


1.       Simple Present Tense (do/does)
S + V 1 (s/es) + Time Signal
S + Tobe (is, am, are) + Object/Complement + T/S

Note V1+s/es
CH,SH,S,O,X  à V1 + es
Berakhiran “Y” didahului huruf mati. “Y”à “I”à V1 + es Eg. Cry-Cries
Berakhiran “Y” didahului huruf hidup. “Y”à””Y”àV1 + S Eg. Say-says

Time Signal: every….+ always + usually + generally + frequently, often, sometimes, occasionally, seldom, never, rarely, once a week, twice a dat, etc
# Untuk menyatakan kegiatan/peristiwa yang diulang-ulang
u/ menyatakan bahwa sesuatu yang benar pada waktu lampau jadi benar pada waktu sekarang, dan akan tetap benar pada waktu yang akan datang/ kebenaran umum (general truth)
u/ menyatakan kejadian yang diwujudkan pada waktu yang akan datang.


2.       Past Tense (Did)
S + V2 + O/C + T/S (kalimat Verbal)
S + Tobe (was, ware) + O/C + T/S (kalimat Nominal)

Time Signal: yesterday, last week, last month, last year, three days ago, half an hour ago, in 1999

3.       Present Continues Tense ( is, am, are)
S + Tobe (is, am, are) + V.ing + O/C + T/S
Note V1+ing
V1 satu suku kata diakhiri huruf matià digandakan. Eg. Put-Putting
V1 dua suku kata diakhiri huruf “L”, diawali huruf hidup. Eg. Travel-Traveling
V1 diakhiri huruf “E”,diawali huruf mati, huruf “E” dihilangkan. Eg. Rise-Rising/smile-smiling
V1 diakhiri huruf “E”, diawali dua huruf “E”. Eg. See-Seeing/Free-freeing
V1 diakhiri huruf “E” diawali huruf “I” maka”IE” diganti jadi “Y” + V.ing. Eg. Die-Dying/Lie-Lying
Time Signal:  now, at present, still, at this moment, right now, Tomorrow, next…

# u/ menyatakan kegiatan yang sedang berlangsung pada saat ini
u/  menyatakan aktivitas /sesuatu hal yang secara pasti dan jelas
u/ menyatakan yang sedang berkembang pada waktu yang tidak terbatas.

4.       Pass Continues Tense ( was/ware)
S + To be (was/ware) + V.ing +O/C

5.       Present Perfect Tense (Have/Has)
S + Have/Has + V3 + O/C  (kalimat Verbal/Berpredikat Verbal)
S + Have/Has +Been + O/C (kaliamt nominal/berpredikat To Be)

Time Signal: for, still, up, to now, ever, already, just, since, yet, recently, so far, lately.

6.       Present Perfect Continous Tense
S + Have/Has + V3 + O/C
S + Have/Has + Been + V.ing + O/C
Time Signal: for, up to now, since, so far.

7.       Past perfect Tense
S + Had + V3 + O/C
S + Had + Been + O/C
Time Signal: after, before, where, until, by  that time, by the time, by then.
8.       Past perfect  Continuous Tense
S + Had + Been + V.ing + O/C
Time Signal: after, before, where, until, by  that time, by the time, by then.
Had not : hadn’t
I had : I’d

9.       Simple Future Tense
S + Shall/Will + V1 + O/C
S + Shall/Will + Be + O/C
Time Signal: next, tomorrow, today, tonight, this month, this afternoon, this evening, etc
Shall not : shan’t
Will not : won’t
10.   Future Continous Tense
S + Shall/Will + Be + V.ing + O/C
Time Signal: a week from today, at this time tomorrow, tomorrow, the day after tomorrow, at this time next week (month, year), tonight, this morning (afternoon, evening), etc
# untuk menyatakan aktivitas/peristiwa yang akan sedang berlangsung dalam waktu tertentu pada masa yang akan datang.

11.   Future Perfect Tense
S + Shall/Will + Have + V.3 + O/C
S + Shall/Will + Have + Been  + O/C
Time Signal: by the end of the year (week, month), by Friday, by then, etc
# u/ menyatakan aktivitas/peristiwa yang direncanakan akan selesai sebelum masa tertentu pada waktu yang akan datang.

12.   Future Perfect Continous Tense
S + Shall/Will + Have + Been  + V.ing +  O/C
Time Signal: by the end of the year (week, month, time), by that time, by Friday, by then, etc
# u/ menyatakan aktivitas/peristiwa yang telah berlangsung beberapa lama pada masa yang akan datang masih sedang berlangsung ketika aktivitas/peristiwa lain terjadi.
13.   Simple Past Future Tense
S + Wolud/Should + V.1 + O/C
S + Wolud/Should + Be + O/C
Time Signal: yesterday, last Monday, last week (month, year, evening, night) etc
# u/ menyatakan aktivitas/peristiwa yang akan dilakukan pada masa lampau tapitidak terjadi.
u/ menyatakan suatu tawaran lebih sopan (seharusnya, sudihkah, rencananya)

14.   Past Future Continous Tense
S + Wolud/Should + Be + V.ing  + O/C
Time Signal: on Thursday last week, at five o’clock yesterday, by this time last Saturday, etc.
# u/ menyatakan aktivitas/peristiwa yang akan sedang berlangsung pada waktu tertentu pada masa lampau.

15.   Past Future Perfect Tense
S + Wolud/Should + Have + V.3  + O/C
S + Wolud/Should + Have + Been  + O/C
Time Signal:
# u/ menyatakan aktivitas/peristiwa yang sedang seharusnya telah selesai dilakukan pada masa lampau.
u/ menyatakan suatu pengandaian yang tidak mungkin terlaksana karena syaratnya sudah tidak terpenuhi.

16.   Past Future Continous Tense
S + Wolud/Should + Have + Been + V.ing  + O/C
Time Signal:  last week, yesterday, last month, last year, etc.
# u/ menyatakan aktivitas/peristiwa yang seharusnya telah sedang berlangsung selama jangka waktu tertentu pada masa lampau.